Angka Kematian Neonatus di Indonesia masih cukup tinggi. Tiga penyebab kematian neonatus tertinggi adalah prematuritas, asfiksia dan sepsis neonatorum. Sehingga dibutuhkan upaya maksimal bersama semua pihak mulai dari pemerintah pusat/daerah, institusi kesehatan, para profesional dan masyarakat untuk mengupayakan langkah pencegahan kejadian penyebab bayi baru lahir dan optimalisasi upaya pengelolaan kasus. RS Budi kemuliaan saat ini masih sering menerima rujukan bagi pengelolaan kasus neonatus untuk kasus BBLR dan asfiksia dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL). Hal ini merupakan suatu tantangan bagi Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan untuk selalu meningkatkan kemampuan dan kualitas petugas kesehatannya, melalui kegiatan pelatihan, salah satunya adalah pelatihan "Perawatan Perina dan Pendamping NICU" bagi perawat, sebelum sampai tingkat pelatihan NICU.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta latih mampu melakukan asuhan keperawatan bagi neonatus sakit yang membutuhkan alat bantu nafas di ruang perawatan intensif sesuai standar melalui penerapan tata kelola klinik yang baik.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu :
1. Menjalankan Principle of Good Care (POGC)
2. Melakukan pelayanan perinatologi
3. Melakukan pelayanan keperawatan bayi berat lahir rendah
4. Melakukan pelayanan keperawatan komplikasi pada bayi berat lahir rendah
5. Melakukan pelayanan keperawatan bayi dengan gangguan nafas
6. Melakukan resusitasi neonatus
7. Melakukan pengoperasian alat bantu nafas di ruang NICU
8. Menjalankan prinsip pencegahan infeksi
9. Menjalankan Tata Kelola Klinis
Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan melalui direktorat pelatih telah melakukan adaptasi selama masa pandemi covid 19 dengan mengubah metode pelatihan klasikal menjadi metode blended (Klasikal + distance learning) selama kurun waktu 2 tahun berjalan. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI no. 1245 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM level 2 di Jakarta semakin melandai penurunan covid 19, cakupan vaksinasi yang tinggi, dan hasil evaluasi pelatihan metode blended selama kurang lebih 2 (dua tahun), maka direktorat pelatihan LKBK merubah kembali desain pelatihan menjadi klasikal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid 19
Melakukan Pelatihan Pelayanan KB Pasca Persalinan AKDR dengan alat Forceps dan Implan 2 batang bagi dokter dan bidan di fasilitas kesehatan.
- Menyiapkan tenaga kesehatan dalam pelayanan KB Paska Persalinan AKDR dengan alat forceps dan implan 2 batang di Fasilitas kesehatan masing - masing
- Menyiapkan tenaga kesehatan dalam melakukan strategi konseling berimbang di fasilitas kesehatan masing - masing
1. Tehnologi Terkini KBPP
2. Kelaikan Medik dan Penapisan
3. Konseling KBPP Menggunakan Strategi Konseling Berimbang
4. Pencegahan Infeksi
5. Pelayanan KBPP (AKDR dan Implan)
6. Monitoring dan Evaluasi Pelayanan KBPP
Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan melalui direktorat pelatih telah melakukan adaptasi selama masa pandemi covid 19 dengan mengubah metode pelatihan klasikal menjadi metode blended (Klasikal + distance learning) selama kurun waktu 2 tahun berjalan. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI no. 1245 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM level 2 di Jakarta semakin melandai penurunan covid 19, cakupan vaksinasi yang tinggi, dan hasil evaluasi pelatihan metode blended selama kurang lebih 2 (dua tahun), maka direktorat pelatihan LKBK merubah kembali desain pelatihan menjadi klasikal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid 19
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu melakukan penatalaksanaan kasus emergensi maternal dan neonatal sesuai standar melalui implementasi tata kelola klinik yang baik.
1. Menerapkan principle of good care (POGC)
2. Melakukan penatalaksanaan umum kegawatdaruratan medik
3. Melakukan pengambilan keputusan klinik dalam persalinan dengan menggunakan partograf
4. Melakukan penatalaksanaan perdarahan pasca persalinan
5. Melakukan penatalaksanaan kasus pre eklampsia dan eklampsia
6. Melakukan penatalaksanaan kasus infeksi pada kehamilan dan nifas
7. Melakukan penatalaksanaan pada bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan penyulit.
8. Melakukan resusitasi pada bayi baru lahir.
9. Menggunakan instrumen (alat bantu) dalam pengambilan keputusan klinik.
10. Menerapkan tatakelola klinik sesuai standar.
Materi Dasar :
1. Kebijakan Program Kesehatan dan Sistem Rujukan pada Ibu dan Bayi Baru Lahir
Materi Inti :
1. Principle of Good Care (POGC).
2. Penatalaksaan Umum Kegawatdaruratan Medik.
3. Pengambilan Keputusan Klinik dalam Persalinan dengan Menggunakan Partograf.
4. Penatalaksanaan Pendarahan Pasca Persalinan.
5. Penatalaksanaan Pre Eklampsia dan Eklamsia.
6. Penatalaksanaan Kasus Infeksi pada Kehamilan dan Nifas.
7. Penatalaksanaan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Penyulit.
8. Resusitasi Bayi Baru Lahir.
9. Penggunaan Instrumen (Alat Bantu) dalam Pengambilan Keputusan Klinik Kasus Emergensi Maternal Neonatal
10. Tata Kelola Klinik
Materi Penunjang :
1. Membangun Komitmen Belajar
2. Rencana Tindak Lanjut
3. Anti Korupsi
Memakai Masker
Menjaga Kebersihan tangan
Membawa hand sanitizer dan perlengkapan pribadi
Profil Institusi Pelatihan Budi Kemuliaan
Agenda Pelatihan Tahun 202...
Learn MorePelatihan Penatalaksanaan Kasus Emergensi Maternal - Neonatal bagi Dokter, Bidan dan Perawat Angkatan 4 ( 29 November - 14 Desember 2022)
Learn MoreBritish Petroleum - LKBK - Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak Papua Barat
Learn More